Informasi Seputar Daerah

Tokoh Pahlawan dalam Pertempuran Surabaya: Dari Bung Tomo Hingga Mustopo

Author: No Comments Share:

Inpona.com – Pertempuran Surabaya disebut sebagai salah satu pertempuran terbesar dalam sejarah Revolusi Nasional Indonesia, sebagai simbol perlawanan Indonesia terhadap kolonialisme.

Pertempuran Surabaya  ini melibatkan antara rakyat Indonesia dengan tentara Inggris, dan berlangsung selama 3 minggu, tepatnya dari tanggal 27 Oktober – 20 November 1945.

Puncak Pertempuran Surabaya terjadi pada tanggal 10 November 1945, ketika pasukan tentara Inggris melakukan serangan balasan dengan bantuan pesawat tempur.

Kegigihan perjuangan para pahlawan yang terlibat dalam pertempuran ini membuat tanggal 10 November diperingati sebagai hari pahlawan.

Baca Juga: Ternyata Ini, Latar Belakang Ditetapkannya Hari Pahlawan

Terdapat sejumlah tokoh yang sangat berjasa dan berperan penting dalam memperjuangkan kemerdekaan saat Pertempuran Surabaya terjadi. Dilansir dari kumparan.com berikut di antaranya.

1. Bung Tomo
Meski akrab dipanggil sebagai Bung Tomo, tokoh pejuang dalam Pertempuran Surabaya ini bernama asli Sutomo. Berprofesi sebagai jurnalis, ia dikenal karena orasinya yang luar biasa dan dapat membakar semangat para pejuang lainnya dalam mewujudkan kemerdekaan. Salah satu perkataan Bung Tomo yang paling terkenal adalah “Merdeka atau mati!”.

2. Gubernur Suryo
Gubernur Suryo adalah gubernur Jawa Timur pertama yang diangkat. Saat Pertempuran Surabaya terjadi, Gubernur Suryo berperan besar dalam melakukan perjanjian gencatan senjata dengan Brigadir asal Inggris, A.W.S Mallaby.

Baca Juga: Puisi Toto Sudarto Bachtiar: ‘Pahlawan Tak Dikenal’ Gambarkan Pengorbanan

Dikenal akan ketegasannya dalam melawan penjajah, Gubernur Suryo terkenal dengan salah satu pidatonya yang menyatakan bahwa Arek-arek Suroboyo tidak akan pernah menyerah pada ultimatum Inggris dan akan melawan hingga tetes darah penghabisan.


3. Mayjen Sungkono
Mayjen Sungkono memegang peranan penting saat Pertempuran Surabaya terjadi, yakni sebagai Panglima Angkatan Perang Surabaya. Ia bertugas sebagai pemimpin pertempuran sekaligus menyemangati para pejuang untuk terus melawan penjajah. Bersama para pejuang lainnya, Mayjen Sungkono berhasil membuat tentara Inggris kewalahan.

4. Moestopo
Meski pada awalnya berprofesi sebagai dokter gigi, Moestopo juga berperan penting saat Pertempuran Surabaya. Sempat menjadi komandan batalion tentara Pembela Tanah Air (PETA), Moestopo membentuk Badan Keamanan Rakyat di Jawa Timur dan menjadi salah satu tokoh yang menentang keras pendaratan Inggris ke Surabaya.

Moestopo juga berperan sebagai tokoh yang berunding dengan Brigjen Mallaby agar pasukan Inggris tetap berada di pelabuhan. Sayangnya, Brigjen Mallaby dan pasukannya melanggar perjanjian tersebut. ***

Previous Article

Tema dan Logo Hari Pahlawan 2021, Berikut Makna serta Artinya

Next Article

Puisi Toto Sudarto Bachtiar: ‘Pahlawan Tak Dikenal’ Gambarkan Pengorbanan

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published.