Informasi Seputar Daerah

Ternyata Ini, Latar Belakang Ditetapkannya Hari Pahlawan

Author: No Comments Share:

Inpona.com – Hari Pahlwan merupakan peringatan tahunan yang telah ditetapkan pada tanggal 10 November. Hati istimewa ini sebagai bentuk memperingati pertempuran surabaya yang dianggap sebagai revolusi terberat.

Peristiwa pertempuran pada tanggal 10 November 1945 di Surabaya sebenarnya merupakan dampak yang dipicu dari kedatangan pasukan Jepang di Indonesia pada tanggal 1 Maret 1942. Kemudian melahirkan Perjanjian Linggarjati antara Jepang dan Belanda.

Namun hal utama yang menjadi latar belakang pertempuran Surabaya adalah pengibaran bendera Belanda di Hotel Yamato pada tanggal 18 September 1945.

Pertempuran Surabaya sendiri terjadi dari tanggal 27 Oktober hingga 28 November tahun 1945. Pertempuran yang disebut sebagai sebuah aksi heroik tersebut menggembleng rakyat Indonesia dan sokongan dari pihak internasional untuk Indonesia.

Pada pertempuran ini, Indonesia diperkuat dengan jumlah tentara 20.000 infanteri dan 100.000 pasukan milisi. Sementara sekutu menyerang dengan 30.000 pasukan ditambah dengan tank, pesawat, dan kapal perang.

Awal terjadinya Pertempuran Surabaya yaitu ketika sebuah pesawat dakota milik Inggris melintas dari Jakarta menyebarkan selebaran di atas langit Surabaya pada tangggal 27 Oktober yang memaksa para tentara dan milisi Indonesia untuk menyerahkan senjata mereka.

Hal ini membuat geram pemimpin tentara dan milisi Indonesia karena dinilai sebagai pelanggaran akan perjanjian yang telah dibuat oleh Mallaby sebelumnya pada tanggal 26 Oktober bersama Pimpinan Indonesia. Isi perjanjian tersebut antara lain:

Yang dilucuiti senjata-senjatanya hanya Tentara Jepang.
entara Inggris selaku wakil sekutu akan membantu Indonesia dalam pemeliharaan keamanan dan perdamaian.
Setelah semua senjata Tentara Jepang dilucuti, mereka akan diangkut melalui laut.

Pada tanggal 28 Oktober, serangan terhadap tentara Inggris dilancarkan di Surabaya hingga menewaskan sekitar 200 prajurit. Karena hal tersebut, pihak Inggris menerbangkan Soekarno, Hatta, dan Amir Syarifuddin Harahap untuk bernegosiasi tentang gencatan senjata.

Meskipun setelah gencatan senjata disepakati kedua pihak, pertempuran kembali berlanjut karena masalah komunikasi dan kedua pihak yang saling tidak percaya satu sama lain.

Kemudian pada 30 Oktober, A.W.S Mallaby yang sedang melakukan perjalanan ke Surabaya dengan tujuan untuk menyebarkan berita tentang persetujuan gencatan senjata kepada tentaranya.

Ketika mobilnya mulai mendekati pos tentara Inggris di gedung Internasional dekat Jembatan Merah, tiba-tiba sekelompok milisi Republik Indonesia mengepungnya dan menembak Mallaby. R.C. Smith.

Kematian Mallaby menjadi titik tolak yang amat signifikan terjadinya Pertempuran Surabaya.

Philip Christison yang saat itu menjabat sebagai Letnan Jendral dikatakan murka luar biasa ketika mendengar Mallaby tewas di Surabaya.

Karena hal ini, pihak Inggris mengirimkan pasukan tambahan yang dipimpin oleh Mayor Jendral Robert Masergh bersama Sherman dan tank Stuart, 2 cruiser dan 3 kapal penghancur sebagai pendukung.

Pada tanggal 10 November, pasukan Inggris mulai maju secara metodikal di sepanjang kota dengan menggunakan bombardir laut dan udara sebagai pelindung mereka.

Terlepas dari perjuangan rakyat Indonesia yang luar biasa, hampir seluruh kota Surabaya berhasil diduduki dan pertempuran diakhiri setelah tiga minggu pada 29 November.

Pertempuran tersebut menewaskan sebanya 6.300 nyawa. Pada taun 1946, Presiden Soekarno menetapkan tanggal 10 November sebagai Hari Pahlwan untuk mengenang jasa-jasa pahlawan yang berjuang dalam Pertempuran Surabaya. ***

Sumber: Suakaonline.com

Previous Article

Puisi Toto Sudarto Bachtiar: ‘Pahlawan Tak Dikenal’ Gambarkan Pengorbanan

Next Article

Deretan Tempat Berbahaya di Dunia: Ada Pintu Neraka

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published.